MENGAPA WAKTU TERASA BERJALAN SANGAT CEPAT? INI 3 SEBABNYA

By +Theeas

Dalam kedua hadits ini, Rasulullah telah menggambarkan bahwa salah satu tanda hari kiamat adalah waktu yang semakin berjalan cepat :

Dari Abu Hurairah (r.a), bersabda Rasulullah SAW : “Hari Akhir tidak akan tiba sebelum waktu semakin menyusut, setahun bagaikan sebulan, sebulan bagaikan seminggu, seminggu bagaikan sehari, sehari bagaikan sejam, dan sejam bagaikan nyala lilin.” (HR Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah (r.a), bersabda Rasulullah SAW : “Tidak akan datang kiamat hingga zaman semakin berdekatan” (HR Muslim)

Tanda kiamat atau bukan, yakin deh kalau ada banyak sekali penduduk bumi ini yang berpikir bahwa waktu kini terasa berjalan sangat cepat. Sebulan saja terasa seperti tidak ada apa-apanya.

Tapi Thee sekarang mau bertanya kepada teman-teman pembaca : apakah yang dikatakan oleh hadits tersebut telah terasa oleh Anda sekarang? (Sejujurnya, hal tersebut telah terjadi pada Thee. Rasanya baru kemarin Januari  2012, padahal sekarang kita sudah mendekati akhir 2012)

So, where has the time gone?? Kenapa waktu terasa berlari begitu cepat?

1. Karena zaman kini, manusia semakin sibuk.

David Allen dalam buku produktivitasnya “Getting Things Done” menggambarkan dengan tepat betapa padatnya kesibukan manusia zaman sekarang, di mana pekerjaan seolah tidak mengenal batas penyelesaiannya. Pada zaman dulu, pekerjaan dianggap selesai bila suatu batasan tertentu telah tercapai, misalnya bila hewan buruan telah ditangkap dan dimasak. Namun sekarang, pekerjaan modern bisa dibilang sangat “berlapis-lapis”. Kalaupun jam pekerjaan kantor telah usai, masih ada setumpuk laporan, e-mail, sms, dan panggilan telepon yang harus dikerjakan di rumah.

Manusia modern pun telah bersaudara dengan yang satu ini : DEADLINE. Dengan tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi dan harus “cepat, cepat, cepat”, orang-orang pun lebih fokus ke “bagaimana menyelesaikan pekerjaan anu dalam waktu X”. Tenggang waktu sebulan pun semakin tak ada artinya – bahkan terasa seperti seminggu atau dua minggu.

Kalo ngikutin lagunya Within Temptation “I’ll go faster….faster….faster….faster….faster….” 😀

2. Waktu Memiliki Bobot

Teori ini masih berdasarkan fisika relativitas. Thee nyontek dari sumber ini silakan teman-teman pembaca yang menilai versi utuhnya (forshang.org/018TimeHasWeightII/2.3.htm).

Sejak awal tahun 1993, waktu memang telah berjalan lebih cepat. Hingga saat ini, waktu telah 1,3 hingga 1,4 kali lebih cepat – dan akan lebih cepat 2 kali lipat 10 tahun kemudian. Menurut beberapa penelitian, kecepatan revolusi solar system kita memang tengah bertambah lebih cepat, di mana hal ini juga berpengaruh terhadap waktu di bumi. Karena waktu berjalan lebih cepat, ruang pun semakin merapat dan gravitasi meningkat. Bisa dibilang, ruang dan waktu semakin bersatu. Atau seperti kata hadits tersebut, “zaman semakin berdekatan”.

Dari segi metafisika, zaman berdekatan ini mengakibatkan berbagai energi di alam sekitar ber-agregasi. Setiap makhluk semakin connected dengan lingkungan atau sekitarnya. Misalnya, bila seseorang jatuh dan terluka, orang lain juga akan turut “merasakan”. Dalam berbagai paham new age, zaman ketika ini terjadi disebut sebagai Christ Consciousness – atau masa-masa menjelang akhir ketika manusia menanti Kristus kembali ke bumi.

3. Antisipasi dan Persepsi

Tentang hal ini, Albert Einstein pernah berkata “kalau Anda duduk di atas kompor yang menyala, pastilah 4 menit terasa seperti 4 jam. Coba kalau Anda duduk di sebelah wanita cantik, 4 jam akan terasa seperti 4 menit”

Walaupun saya sebenernya nggak setuju-setuju amat sama Mbah Einstein. Kalau wanitanya cantik tapi bego atau galaknya minta ampun, gimana? 😀

Untuk menjelaskan tentang persepsi ini, akan Thee kasih contoh deh. Misalnya Anda mendengarkan lagu yang boringnya minta ampun padahal durasinya hanya 1 menit, bisa jadi di benak Anda, seolah-olah lagu itu durasinya 4 menitan, ‘kan? Tapi coba kalau Anda mendengarkan lagu kesayangan Anda, mungkin lagu durasi 4 menit terasa lebih cepat, atau terasa lebih lama tapi durasi lama yang menyenangkan. Thee misalnya, seneng banget sama lagu Nightwish “Ghost Love Score” yang berdurasi 10 menit. Tapi lagu itu selalu terasa seperti hanya berdurasi 4 – 5 menit.

Dalam buku “Why Life Speeds Up as You Get Older”, Douwe Draaisma menjelaskan bahwa persepsi memori memberikan kesan kepada kita bahwa waktu berjalan cepat atau lambat. Ketika kita masih kecil misalnya, kita selalu “ingin jadi dewasa”. Atau ketika kita baru masuk kerja dan kita menanti naik pangkat. Antisipasi terhadap penantian itu membuat waktu terkesan lama sekali. Begitu juga memori kita terhadap fase hidup yang kita anggap menyenangkan atau sangat buruk – biasanya  waktu akan terasa lama tapi “berisi”. Namun halnya dengan fase hidup yang “biasa-biasa saja”, maka hanya akan teringat samar-samar dalam memori kita dan dianggap “berlalu cepat begitu saja”.

“Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal baik dan saling menasihati untuk mentaati kebenaran dan saling menasihati untuk teguh dalam kesabaran.”

(Qur’an Surah Al-Ashr : 1-3)

Nah sekarang teman-teman pembaca — how would you spend your time? :)

No related posts.

Latest Comments
  1. bunda rifqi

    wow………..
    emng bner bgtzz klo waqtu thu b’jalan lbeh cpat
    dri skrg

  2. Malpha

    like, like, like :)
    good job”

  3. Machfud

    Bener banget,
    ijin CO-PAS ya :)

  4. Mamen

    Ke-3 penjelasan diatas bisa mewakili pertanyaan saya, setidaknya menjadi alasan kenapa belakangan ini waktu terasa begitu cepat. Terutama teori Einstein tentang persepsi waktu. Terima kasih sharingnya, ! Salam kenal..

  5. Jefry

    ternyata pertanyaan ini bisa dijawab menggunakan berbagai disiplin ilmu..
    waktu akan cepat berjalan dan semoga kita bisa mengimbanginya

  6. Chomsah

    Alhamdulillah dpt ilmu b’manfaat, thanks min..

  7. Duijoo

    relatifitas waktu menjadi lebih cepat..
    jika kemiringan bumi adalah tetap maka waktu akan berjalan tetap, namun ketika bumi agak condong maka rotasi bumi yang tersinar mataharipun pasti berbeda bisa lebih cepat atau sebaliknya (jika matahari tetap pada posisi yang tetap).
    lhah..!?
    truss kok bisa ngga ada selisih antara putaran waktu yang ditunjukkan oleh jarum jam dan waktu yang kita tandai dengan pagi-siang, sore, malam, dini hari??
    rumusnya adalah :
    Alpha (x) kuadrat/ 70.000 xy akar 15 Beta x 16 T cahaya : n(2000/s).
    atau dapat kita perkirakan dengan selisih waktu lalu dengan sekarang dalam 24jam x 60 s.
    mungkin bisa dipraktekkan dengan putaran jam yang telah dimiliki manusia ribuhan tahun silam., (perbadingan kecepatan jam masa kini dan masa lalu)
    tapi pertanyaannya..
    “adakah jam ribuan tahun lalu?”
    merujuk analisis diatas kita simpulkan bahwa uraian diatas adalah hasil pemikiran pria muda yang sudah mengantuk..:D 😀
    enggg…tapi kurasa percepatan waktu terjadi didalam dimensi fungsi/ manfaat.
    (dimensi diluar logis).
    “wallahua’lam”

  8. budi

    yg pasti itu adalah tanda akhir zaman atau kiamat sudah dekat

  9. Cototon

    Gwe mau koment kata Enstein
    Intinya kalo kita merasa sedih/tdk suka maka waktu akan terasa lama, Sedangkan saat kita merasa senang seolah olah waktu itu terasa cepat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.