HIKMAH SUNNAH : BUAH-BUAHAN BUKAN UNTUK DESSERT!

By Theeas

buah-buahan dalam sunnah rasul“Gara-gara” budaya Barat, akhirnya menjadi umum di masyarakat kita kalo buah-buahan dimakan sebagai makanan pencuci mulut alias dessert. Sebaliknya, Rasulullah SAW sendiri selalu memakan buah-buahan sebagai makanan pembuka. Biasanya beliau makan kurma, kemudian sholat, barulahmakan dengan makanan berat. Tahukah teman-teman pembaca, kalo sebenernya ada hikmah kesehatan di balik kebiasaan Rasul ini dan sebaliknya, akibat kurang sehat ketika kita memperlakukan buah sebagai dessert? Yuuuk kita gali….

Buah-buahan secara alami kaya akan enzim sehingga ia dapat merangsang aktivitas enzim organ pencernaan. Hikmahnya, lambung kita bisa “pemanasan” dan ketika makan makanan berat, maka akan lebih tercerna dengan baik. Di samping itu, buah-buahan merupakan sumber energi instan karena fruktosanya cepat diserap usus, terutama ketika perut lagi kosong. Buah-buahan juga sangat cepat dicerna dalam lambung. Ia hanya dicerna 30 menit, kemudian langsung meluncur ke usus halus. Buah-buahan (baik dimakan langsung atau dijus) yang dimakan ketika perut kosong juga dapat meningkatkan fungsinya sebagai detoksifikasi, atau membuang racun-racun dari tubuh.

Apa yang terjadi ketika kita makan buah bersama makanan, atau sebelum makan berat?

Buah-buahan itu akan terperangkap di lambung bersama makanan berat, dan akhirnya membutuhkan waktu 5 jam untuk dicerna. Hal ini dapat menyebabkan fermentasi dan pembusukan buah dalam lambung yang mengurangi nilai nutrisinya. Reaksi ini menghasilkan produk-produk samping seperti gas. Kadang ini membuat perut terasa kembung atau tidak nyaman. Akhirnya, fungsi detoksifikasi buah-buahan itu jadi tidak termanfaatkan dengan baik.

Di buku Tony Robbins “Awaken the Giant Within”, diceritakan ada seorang atlet pelari marathon yang nggak pernah berhasil lolos ke babak nasional, tak peduli sekeras apapun dia latihan. Tony Robbins menasihati agar si atlet ini makan buah-buahan saat perut kosong, tanpa mengubah pola makan lainnya. Atlet ini tipe orang skeptis, tapi dia menurut aja nasihat ini. Tahu apa yang terjadi selanjutnya? Atlet ini menjadi lebih bertenaga dua kali lipat dari semula, nggak cepat capek, mencetak perbedaan waktu 9,5 menit dari sebelum-sebelumnya, dan akhirnya lolos ke marathon babak nasional untuk pertama kali dalam hidupnya.

Dan itu hanya dari memakan buah saat perut kosong.

Jadi, nggak ada alasan kan kita mangkir dari sunnah…..^__^

Related posts:

  1. HIKMAH SUNNAH : MAKAN SAMBIL BERDIRI BAHAYAKAN ESOFAGUS
  2. HIKMAH SUNNAH : BERSETUBUH LEWAT DUBUR PICU KANKER DAN HPV
Latest Comments
  1. tiar

    wah selaras dengan dosen resto saya. saya kuliah di bidang perhotelan

  2. Awandragon

    oh begitu ya…..

  3. aulia

    Subhanalloh…
    Rosululloh adalah teladan terbaik.

  4. irod

    di balik sunah rasul, selalu ada manfaatnya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.