REINKARNASI DALAM ISLAM?

By Theeas

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan kecuali sedikit” (QS Al Israa : 85)

Reinkarnasi dalam Agama-Agama Dunia

reinkarnasi dalam islam

Reinkarnasi, atau perpindahan satu roh dari suatu jasad ke jasad lain, atau definisi lainnya “rebirth” atau kelahiran ulang; sebenarnya sudah ada sejak jaman purba. Bangsa Aborigin, India, Cina, Jepang, dan Mesir Kuno sudah meyakini ini. Dalam agama Hindu, reinkarnasi adalah urat nadi kepercayaan mereka sebagaimana dituliskan dalam Bhagavad Gita :

“Sebagaimana seorang manusia menanggalkan pakaian yang telah usang dan mengenakan yang baru, jiwa meninggalkan tubuh yang usang dan mengenakan tubuh yang baru”

Dalam konsep Hindu, surga dan neraka hanyalah tempat transit. Jiwa, atau yang disebut “Jiva”, hanya menetap di surga atau neraka sementara, sebelum kemudian dilahirkan kembali di dunia. Kembaran dengan reinkarnasi, juga ada konsep karma di mana baik buruknya kehidupan sekarang ditentukan oleh baik buruk kehidupan lampau. Ajaran Buddha juga tidak menolak hal ini. Karena itu, “jiva” dapat mengalami ratusan kali kelahiran dan kematian tubuh hingga ia menjadi sempurna dan dapat bersatu dengan penciptanya – yang disebut Buddha dengan “Nirvana”.

Reinkarnasi mulai memasuki agama wahyu lewat berbagai jalan. Beberapa sekte dari Yahudi dan Sufi misalnya, mulai mengadaptasi paham reinkarnasi lewat Mesir Kuno dan Kabbalah. Namun tak heran juga sebab dalam sejarah, tassawuf dan sufi sendiri masih berkaitan dengan Kabbalah.

Dalam Kristen, orang-orang Kristen yang percaya reinkarnasi memakai ayat di bawah ini sebagai rujukan utama mereka. Mereka menafsirkan bahwa ayat ini mengindikasikan Yohannes Pembaptis merupakan reinkarnasi dari Elia.

“semua nabi-nabi dan hukum telah diramalkan hingga kedatangan Yohannes Pembaptis.  Dan apabila engkau hendak menerima, maka ia adalah Elia yang akan datang” (Matius 11:13-14).

Namun seperti pada kasus situs-situs Islam yang mengatakan “there is no reincarnation in Islam!”, situs-situs Kristen pun banyak yang mengklaim “if you believe in reincarnation, you don’t believe in Bible”. Karenanya, bisa dibilang paham reinkarnasi dalam agama wahyu masih hipotetik, dan lebih banyak kontroversinya.

Salah satu orang yang percaya dengan reinkarnasi adalah pengusaha besar Amerika, Henry Ford. Menurutnya, reinkarnasi adalah pencerahan karena kematian bukanlah lagi pembatas waktu, dan apa yang ia usahakan hari ini dapat dilanjutkan di kehidupan mendatang.

.

Reinkarnasi dalam Islam….Adakah?

Salah satu contoh orang sufi yang percaya terhadap reinkarnasi hingga diabadikan dalam syairnya, adalah Jallaludin el-Rumi :

“Aku mati sebagai mineral dan bangkit kembali sebagai batu// aku mati sebagai batu dan bangkit kembali sebagai tanaman// aku mati sebagai tanaman dan bangkit lagi sebagai hewan// aku mati sebagai hewan dan terlahir kembali sebagai manusia// mengapa aku harus takut? ketika kematian tidak mengurangi sesuatupun dariku?”

Ayat yang sering digunakan sebagai dasar bahwa Islam mendukung reinkarnasi adalah :

“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?”(QS Al Baqarah : 28)

“Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan”. (QS Ali Imran : 27)

“Dan (ingatlah), ketika kamu (Bani Israel) berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur.” (QS Al Baqarah 55 – 56). Ayat ini juga sering dipakai pendukung reinkarnasi, dengan argumen orang yang bangkit setelah mati takkan bisa bersyukur kalau bukan di dunia ini.

“Lalu Kami berfirman: “Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu !” Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti” (Al Baqarah 73)

.

Bantahan Bahwa Islam Mendukung Reinkarnasi

Sebenarnya kalau Anda melihat sekali lagi ayat-ayat di atas, mereka terlalu lemah untuk membenarkan reinkarnasi, dan kebanyakan ayat tersebut dikutip di luar konteks. Memang gampang sih kalau Anda ingin mencari pembenaran suatu hal mengatasnamakan kitab suci. Mana ayat yang kata-katanya kira-kira mendekati, ambil, kalau perlu potong sana-sini dan ganti kata, sehingga ayatnya jadi sama persis dengan yang kita inginkan. Wah, kalau kayak gini caranya, nggak peduli apapun agama atau kitab sucinya, nggak bakalan beres deh urusan :(

Pertama, ayat-ayat yang digunakan sebagai dalil reinkarnasi hampir semuanya adalah ayat-ayat mutasyabih. Tidak seperti Baghavad Gita, tak ada satupun dalil baik dalam Qur’an dan Hadits yang menjelaskan secara hakam (gamblang) bahwa satu jiwa manusia harus mengalami kelahiran dan kematian berkali-kali untuk mencapai akhirat. Do check yourself.

Ayat yang sering digunakan oleh pendukung reinkarnasi adalah Surat Al Baqarah 28. Kalau ditelusuri, ayat ini sama sekali tidak mendukung reinkarnasi. Maksud “kamu tadinya mati, hidup, mati, lalu hidup lagi” adalah fase penciptaan manusia dari ketika dia masih berupa janin tak bernyawa, lalu ditiupkan roh oleh Allah sehingga hidup. Pada saat ajal menjemput, manusia ini akan mati, lalu hidup lagi saat hari kiamat tiba untuk mempertanggungjawabkan kehidupannya di dunia.

Ayat lain yang sering digunakan sebagai dalil reinkarnasi adalah QS Ali Imran 27, namun sebenarnya ayat ini sama sekali tidak menjelaskan kelahiran ulang. “Membangkitkan yang hidup dari yang mati, dan membangkitkan yang mati dari yang hidup” adalah suatu fenomena siklus alam yang hendak dijelaskan oleh Al Qur’an. Pernahkah Anda berpikir bahwa tumbuhan hidup dari tanah yang merupakan benda mati? Bahwa oksigen yang bersifat benda mati adalah sumber kehidupan semua makhluk hidup? Dan makhluk hidup yang mati, jasadnya akan terurai kembali dalam bentuk zat-zat organik, kembali ke pangkuan alam, untuk digunakan lagi pada siklus hidup yang selanjutnya?

Sekarang ayat yang menarik untuk dibahas adalah QS Al Baqarah 55 – 56. Kata bahasa Arab yang digunakan oleh Al-qur’an untuk mendeskripsikan “kebangkitan” pada ayat ini adalah “ba’ats”. Kata ini juga merujuk pada sebutan hari kiamat yakni Yaumul Ba’ats (hari kebangkitan). Konteks “ba’ats” ini merujuk kepada orang-orang yang telah mati secara fisik dihidupkan kembali dalam tubuh yang sama, seperti kasus mati suri pada Bani Israel di ayat ini.

Dalam bahasa Arab, reinkarnasi atau kelahiran ulang disebut sebagai “tanasukh”, dan Al Qur’an tidak pernah menyebutkan hal ini.

Surat Al Baqarah 73 juga sama sekali tidak menjelaskan reinkarnasi, karena orang mati yang bersangkutan dihidupkan pada saat itu juga (ba’ats), tanpa melalui kelahiran ulang. Bila Anda membaca kisah sapi betina ini secara utuh, pada saat itu Bani Israel diperintahkan Allah untuk berkurban sapi betina yang tidak cacat, tidak pernah diperkerjakan, dan lain-lain. Ketika ada satu kasus pembunuhan di kalangan bani Israel dan tidak ada yang angkat saksi, Allah segera memerintahkan Nabi Musa agar tulang sapi betina itu dipukulkan kepada paha mayat korban. Setelah hal itu terjadi, hiduplah sang mayat dan iapun bercerita mengenai siapa pembunuhnya. Dari mana ayat tersebut bisa dijadikan pegangan reinkarnasi?

Nah, sekarang pikirkan nih teman-teman pembaca muslim…andaikan dalam Islam reinkarnasi itu benar-benar ada, yah, dengan keyakinan Anda yang percaya hari kebangkitan. Setiap orang ‘kan harus mempertanggungjawabkan amalnya masing-masing. Misalnya kita punya 15 kehidupan di dunia ini….ada yang dominan baik, jahat, baik, sisanya kita jadi hewan atau tumbuhan….nah, di akhirat kehidupan mana yah yang bakalan kira-kira dinilai? Misal Anda di kehidupan sekarang ini merasa telah berbuat amal baik sekuat tenaga, eh ternyata di akhirat misalnya, semua amal baik Anda yang sekarang dianggap gugur karena di kehidupan sebelum-sebelumnya (setelah diakumulasi) Anda ternyata lebih banyak berbuat amal jeleknya?

Untuk umat muslim yang percaya reinkarnasi, juga akan berakibat bahaya karena mengentengkan amal baik “ahh, ntar juga aku bisa hidup lagi di kehidupan selanjutnya di mana aku bisa memperbaiki amal-amalku”. Weiiits? Yuk kita back to Qur’an saja :

“ (Demikianlah) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal baik terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan” (QS Al Mu’minuun 99 -100)

“Dan jika kamu  melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Andaikan kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, tetapi  telah jelas bagi mereka kejahatan yang dulu selalu mereka sembunyikan. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang untuk mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.” (QS Al An’aam : 27 – 28)

“mereka tidak akan merasakan kematian di dalamnya (surga) kecuali kematian yang sekali saja di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka” (QS Ad Dukhaan : 56)

Dalil Qur’an lain menceritakan dialog dua orang penghuni surga. Diceritakan salah satu penghuni surga itu semasa di dunia memiliki sahabat yang tidak percaya hari kebangkitan, dan kini sahabatnya itu berada di neraka. Menyaksikan sahabatnya itu dikelilingi api dan siksaan, salah satu penghuni surga itu bertanya dengan cemas kepada temannya :

“Maka apakah kita tidak akan mati? melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)?” (QS Ash-Shafaat : 58 – 59)

Di salah satu hadits juga diceritakan bahwa setelah Perang Badar, Abdullah bin Umar (anak Umar bin Khattab) berkeliling di padang pasir lokasi perang untuk mengecek orang-orang muslim yang mati syahid. Tiba-tiba dari bawah tanah muncul seorang pria yang dibelenggu rantai yang sangat berat oleh sosok hitam tinggi besar. Pria itu berteriak “tolong Abdullah, air! air!”. Namun sosok tinggi besar hitam itu berkata “jangan kau beri dia air, Abdullah! Dia adalah orang kafir”. Tak lama kemudian, orang itu diseret kembali oleh sosok hitam tadi hingga lenyap ke bawah tanah. Abdullah pun melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah SAW, dan beliau menjawab “itu adalah Abu Jahal yang disiksa hingga kiamat”.

Maksud dari hadits di atas adalah kalau reinkarnasi memang ada, pasti Abu Jahal bukannya disiksa dalam kubur sampai kiamat, melainkan dibiarkan hidup lagi melalui reinkarnasi untuk memperbaiki amal kejahatannya. Sebagai catatan, yang dialami Abu Jahal ini baru siksa kubur….belum include “paket final” di neraka yang tentunya sampai keabadian….watawwww…

****Disclaimer :

Berhubung Thee bukan ahlinya ijtihad, maaf banget teman-teman kalau ada kekurangan. However, Thee udah studi literatur sebaik-baiknya dan memastikan tulisan ini nggak dibikin asal-asalan……Dan satu lagi, tulisan ini khusus lebih membahas reinkarnasi dari sudut pandang Islam saja. Kalau ada teman pembaca yang percaya reinkarnasi, Thee tetap respek dengan kepercayaan Anda. One more time, ini hanya reinkarnasi dari dalil-dalil Islami aja. Peace…..^_^

Related posts:

  1. UMAR BIN KHATTAB DAN LAW OF ATTRACTION DALAM ISLAM
Latest Comments
  1. Agus

    Perlu diluruskan kalimat :
    “Dalam konsep Hindu, surga dan neraka hanyalah tempat transit. Jiwa, atau yang disebut “Jiva”, hanya menetap di surga atau neraka sementara, sebelum kemudian dilahirkan kembali di dunia.”

    Tempat yang sementara adalah neraka dan bumi, surga lebih abadi. Tidak selalu reinkarnasi terus ke bumi, bila sudah memenuhi syarat, bisa menetap di surga, dan boleh memilih apakah mencari kesempurnaa lagi dengan reinkarnasi ke bumi untuk selanjutnya kembali ke surga yang lebih tinggi.

    • theeas

      wallahu a’lam, akhirat adalah rahasia Illahi. whatever you believe, I’ll still respect it.

      Peace :)

  2. Vian

    Pernah suatu hari saya ngobrol iseng dengan sesepuh dikampung, sampai akhirnya beliau menyinggung tentang reinkarnasi. dari hasil obrolan tersebut saya menyimpulkan reinkarnasi yang dimaksud sesepuh tersebut adalah reinkarnasi menuju kesempurnaan, yaitu, mereka yang bisa reinkarnasi adalah mereka yang benar2 telah mencapai ma’rifat. menurut mereka setiap kita yang sekarang mengaku beragama islam, sesungguhnya belum islam. karena menurut beliau untuk mencapai islam ada beberapa tingkatan yang harus dilalui, Syariat, Hakikat,tarekat,ma’rifat lalu islam. mereka yang ke imanannya telah sempurna diyakini akan bisa berenkarnasi pada kehidupan berikutnya. sementara. mereka yang tidak sempurna keimanannya. ada yang akan terpenjara di alamkubur hingga kiamat sebagai pertanggung jawaban perbuatan mereka, selain siksa kubur ada juga yang direinkarnasi menjadi binatang karena, di masyarakat pedesaan ada istilah ‘muja’ atau meminta kekayaan pada setan, nah untuk mereka ‘katanya’ bila mati akan menjadi binatang yang mereka sembah. memang dari obrolan tersbut untuk mencapai kesempuranaan iman tersebut sangatlah sulit, selain harus menjalankan ibadah tekun dan khusyu,, dituntut pula untuk menjaga sikap dan prilakunya, dimana mereka hanya fokus pada tujuan akhir yaitu ALLAH.. terlepas dari obrolan tersebut semua kita kembalikan kepada ALLAH yang maha benar, karena manusia tempat salah dan dosa.. pada akhirnya saya lebih setuju pada penjelasan dari artikel ini. Wallahu ‘alam bi shawwab..

  3. Muhh Age

    Sesuatu yang fundamental dalam agama maka disebut sebagai doktrin. Suatu doktrin bersifat afirmatif, pasti dan dirancang agar semua orang dengan semua tingkat/kemampuan dapat memahaminya. Misal doktrin Trinitas; tiga oknum dalam satu pribadi, walau membingungkan tapi ia bersifat pernyataan dan menjadi penanda ajaran pokok Kristen. Dalam Islam juga begitu; Rukun Iman, Rukun Islam dan Ihsan, semuanya gamblang tanpa perlu penafsiran kembali. Betapa besarnya pengertian konsep Reinkarnasi (jika bisa dibuktikan) tapi mengapa ia bukanlah sebuah doktrin dalam Islam?.

    Kita tidak bisa berasumsi bahwa ini demi menjaga proses transformasi Islam yang masih rentan pada waktu itu karena tingkat kemampuan memahami bangsa Arab pada saat itu sangat rendah maka konsep inkarnasi ini disamarkan. Pendapat ini terlalu dibuat-buat dan mudah sekali dipatahkan dengan fakta lain bahkan pada dua tiga generasi sesudahnya dimana peradaban Islam sudah maju konsep reinkarnasi tidak juga dikonsensuskan sebagai sebuah doktrin Islam. Tidak juga oleh jenius-jenius Muslim seperti Al Gazali dan Ibnu Sina. Dan tuduhan pendukung teori reinkarnasi bahwa tasawuf memiliki misi pengajaran reinkarnasi ini dengan konsep “hulul”nya juga terlalu dipaksakan mengingat inkarnasi yang dimaksudkan – misal Ibnu Araby dan Jalaluddin Rumi – adalah pada kesadaran ruhaniah dalam durasi kehidupan yang sama bukan pada tubuh yang baru kelak setelah matinya seseorang. Saya kira bagi yang belajar pendekatan hermeneutika memahami maksud saya ketika mempelajari teks dari Rumi dan Ibnu Arabi.

    Mereka berpendapat bahwa Reinkarnasi adalah seperti hukum kausalitas seperti halnya hukum Gravitasi. Tanpa hukum inkarnasi maka keadilan Tuhan menjadi hilang seketika, alasannya (salah satunya) banyak manusia yang berbahagia karena lahir dari keluarga yang kaya, dia juga selalu beruntung dan selalu mendapatkan apa yang diinginkannya. Ada pula manusia yang sejak lahir menderita dan apa saja yang diupayakannya selalu gagal. Susah senang di kehidupan “kini” adalah buah dari amal perbuatan kita di kehidupan “sebelumnya”, inilah yang mereka sebut dengan Karma Phala. Jika tidak betapa kejamnya Tuhan karena menempatkan yang satu dalam lembah penderitaan dan yang satu lagi dalam lembah kebahagiaan padahal Dia bersifat maha Adil dan Maha Welas Asih. Demikian gambaran umum dari konsepsi Reinkarnasi. Susah senang, bahagia menderita, mereka artikan dalam skema yang sesungguhnya sangat materialistik dan menisbikan sebab-sebab rasional mengapa orang bisa bahagia atau sebaliknya. Bagi mereka kehidupan bukanlah suatu pembelajaran dan perjuangan tapi penerimaan total atas ‘takdir’. Apakah Abraham Lincoln hanya menjalani takdir inkarnasinya sehingga menjadi Presiden, padahal jika kita buka sejarah beliau isinya justru kegagalan-kegagalan yang banyak sebelum beliau menjadi Presiden. Saya yakin jika beliau penganut konsep inkarnasi maka beliau justru menyerah pada kegagalan2nya karena menyalahkan dirinya di kehidupan sebelumnya.

    Hal yang paling menarik dari pergerakan para pendukung teori reinkarnasi modern adalah dibeberkannya serentetan fakta-fakta ilmiah yang ditemukan oleh sarjana-sarjana Barat atas orang-orang yang secara gamblang dan akurat membuktikan realitas siklus kelahiran berulang-ulang dirinya. Siapa saja yang menyimak fakta-fakta ini lewat buku-buku atau lewat internet pasti akan terhenyak dan mulai membuka diri dengan konsep ini. Tentu saja wacana inkarnasi akhirnya semakin bertambah menarik karena sudah ditangani oleh sains. Kasus-kasus inkarnasi ini ada yang terungkap secara apa adanya dimana subyek-subyek menunjukkan sendiri bukti2 keberadaannya sebagai seseorang yang lain pada kehidupan sebelumnya, ada juga yang karena media hipnotis mampu membuka memori ke kehidupan dia selanjutnya. Sebagian lagi menyatakan metode meditasi yang benar dapat difungsikan untuk melacak perjalanan siklus kelahiran berulang-ulang diri sendiri, persis seperti kisah kaca benggala yang dapat melihat masa lalu, kini dan akan datang.

    Pertanyaan saya; apakah anda percaya? Apakah hipnotisme dalam niat menelusuri eksistensi seseorang pada masa sebelumnya bisa diterapkan pada semua orang? Bisakah kita menerima bukti-bukti ini sebagaimana kita menerima bukti bahwa bumi itu benar-benar bulat? Apakah beberapa pengalaman psikologi yang tidak umum ini dapat membuat sebuah teori yang bisa dibuktikan oleh semua orang seperti teori membuat pesawat terbang?. Tentu saja tidak. Bolehkah kita mencurigai fakta-fakta ini sebagai suatu rekayasa dari pihak-pihak tertentu? Tentu saja boleh tapi bagaimana pula membuktikan keterlibatan pihak-pihak itu dan siapakah mereka? Ini juga sama sulitnya! Tapi akhirnya kita sadar bahwa reinkarnasi bagaimana pun juga ada di wilayah “primordial” dan sangat subyektif. Tidak untuk dibenarkan tidak pula untuk disalahkan karena ia adalah sebuah bentuk perjalanan kesadaran seseorang. Namun ketika suatu kesadaran primordial coba dipaksakan ke dalam kesadaran umum suatu masyarakat dan terlebih-lebih lagi ke dalam suatu ajaran yang mapan maka itu adalah sebuah spekulasi yang teramat genit, agitatif dan beresiko sangat tinggi.

    Dan mengenai tafsir-tafsir reinkarnasi terhadap ayat-ayat khusus dari Alquran (mutasyabihat), seperti pada surah Yasin; “Dan barangsiapa yang Kami panjangkan hidupnya niscaya Kami kembalikan pada kejadiannya. Apakah mereka itu tidak memikirkannya?”. Coba perhatikan kata ‘barangsiapa’, artinya itu bersifat khusus tidak umum, ada yang dipanjangkan ada yang tidak, padahal reinkarnasi dipercaya berlaku pada segenap makhluk hidup, seharusnya ayat itu dimulai dengan kalimat “semua orang akan kami panjangkan hidupnya”, secara tidak langsung mereka menyatakan bahwa reinkarnasi terjadi secara khusus kepada orang tertentu saja. Ini kesalahan pertama mereka dalam menafsir ayat ini. Kemudian “Kami kembalikan pada”, kembalikan berarti diputar ulang, seperti deret ukur (linear) 1,2,3,4,5,6,7,8,9 maka pengertian dikembalikan adalah dari 9 ke 1 kembali. Ini skema arus bolak balik dan dalam ruang yang sama bukan melingkar spiral seperti dalam skema reinkarnasi. Artinya peristiwa dikembalikannya seseorang oleh Allah pada kejadiannya adalah dalam satu ruang & waktu yang sama bukan ruang & waktu yang lain setelahnya. Ini kesalahan kedua mereka.

    Lantas apa maksud dari kata “kejadiannya”, itulah angka 1 tadi yakni sang bayi. Maksudnya bukan secara harafiah menjadi bayi kembali, tapi pada sifatnya; lemah & lebih membutuhkan orang lain. Memang banyak kasus mereka yang berusia lanjut namun tetap aktif dalam aktifitas duniawinya bahkan ada yang menjabat sebagai presiden dalam usia 70-an. Di sinilah peran teori relatifitas diperlukan, jangankan umur 70-an masih aktif bahkan ada yang berumur 60-an sudah lemah dan pikun. Jadi definisi usia lanjut itu berlaku relatif atau tidak serentak pada setiap manusia. Tapi yang pasti kualitas tubuh dan pikiran manusia lanjut usia jauh lebih rendah dibandingkan usia muda dan proses pelemahan itu terus terjadi hingga menyamai kualitas seorang bayi. Oleh sebab itulah ada doa yang diajarkan agar tidak menjadi tua + pikun maksudnya sebelum pikun itu lebih baik mati agar tidak merepotkan. Ini perlambang saja, kehidupan dan kematian itu seperti dua sisi koin, awal kehidupan dan diambang kematian dua sisi ini tampak sama. Ini kesalahan ketiga mereka.

    Dan terakhir dari ayat ini “Apakah mereka tidak memikirkannya”, menurut anda kepada siapakah kalimat ini ditujukan?

  4. theeas

    Kalo dalam sains sih, sudah ada penelitian tentang past life regression. Brian Weiss yang berusaha mengangkat reinkarnasi menjadi sains. Tapi ini memang masih kontroversi…..hasilnya, apa yang sering disebut “past life” dalam memori orang-orang ini ternyata kebanyakan collective of the unconscious.

    Mantap mas Agge masukannya :D….

  5. Muhh Age

    Iya mas theeas :). Metode hipnotis pastlife regression yang diklaim sebagai cara efektif untuk menelusuri peristiwa reinkarnasi juga bisa dilawan dengan konsep quantum energy. Dalam konsep ini, dikatakan bahwa pikiran manusia semuanya saling terhubung melalui alam semesta sehingga memungkinkan untuk melakukan telepati (mirip hubungan kanal internet). Dan servernya adalah alam semesta. Semua pikiran/memori seluruh manusia baik yang masih hidup maupun yang telah mati tidak hilang begitu saja tapi tersimpan di server tersebut.

    Dalam kondisi pastlife regression, ada sebuah kemungkinan saat kita memasuki kesadaran terdalam kita terhubung dengan server tersebut. Sehingga kemungkinan besar seseorang — ketika itu — sedang memasuki memori orang lain baik yang masih hidup bahkan dengan yang mati ribuan tahun yang lalu. Laa hawla wala quata illa billahi masya Allah.

  6. theeas

    tambahan juga mas Agge,,,,kalo dalam bangsa Sumeria, Atlantis, keterhubungan jiwa itu disebut sebagai twin spiral effect. menurut mereka jiwa punya frekuensi dan bila beberapa jiwa punya “frekuensi” yang mirip mereka akan mudah bervibrasi satu sama lain seperti garputala. ini adalah alasan utama kedua bangsa itu menolak reinkarnasi. bagi mereka, kalo ada kejadian seperti yg ada di past life regression, penyebabnya adalah twin spiral. wallahu a’lam.

  7. Muhh Age

    Terima kasih masukannya mas Theeas, semoga anda dan saya dan saudara2 kita yang lain dipelihara Allah…semoga tulisan kita berdua dapat memadamkan api kegelisahan banyak saudara kita akibat wacana new Reinkarnasi ini…

  8. Ajat

    Surah yaasin ayat 68 .

  9. toni murai gombong

    islam itu real , bukan dongeng, saya sependapat dengan re ingkar nasi, dlm islam, karena itu jalan menuju insan kamil seperti Sang RasulNya ,

  10. Xarel X

    Kebanyakan orang yg menolak reinkarnasi, rata-rata mereka tidak faham dengan konsep reinkarnasi secara utuh. reinkarnasi adalah salah satu proses bagian akherat bisa terjadi di alam dunia, alam barzakh, surga dan neraka. banyak sekali ayat-ayat dan hadits yang membahas tentang perubahan bentuk wujud manusia karena amal perbuatannya, dalam islam di sebut dengan Maskhun. jika ingin lebih lengkap ada sebuah buku yang membahas hal tersebut: cahayagusti.blogspot.com

  11. fajar

    mungkin reinkarnasi dalam islam bukan seperti reinkarnasinya agama yg lain..

  12. Cahaya Gusti

    Reinkarnasi adalah ajaran UNIVERSAL, dalam setiap agama diajarkan, akan tetapi nama dan sebutanya yang berbeda. dalam agama Islam Khususnya di al-Qur’an dan Hadits banyak sekali dibahas sejarah ummat dahulu, karena beruat dosa akhirnya dirubah bentuknya menjadi hewan:
    Dalil dari al-Qur’an
    adanya kisah ashabu sabt, ummat nabi Musa yang tidak mau beribadah pada hari sabtu, akhirnya mereka dirubah bentuk saat itu juga menjadi kera dan babi yang hina.
    ???????? ?????????? ????????? ?????????? ???????? ??? ????????? ????????? ?????? ??????? ???????? ??????????
    Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”.(QS. Al-Baqarah: 65)

    Dalil dari Hadits :
    ???? ????? ???????? ??????????? ????? ??????????? ??????? ?????? ??????? ???? ?????? ??????? ???????? ?????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ??????? ???? ???????? ?????? ??????? ??? ??????? ????????? ???? ?????????? ??????? ????????
    Dari Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Abu Az Zubair bahwa dia mendengar Jabir bin Abdullah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah diberi daging biawak, namun beliau enggan untuk memakannya seraya bersabda: “Saya tidak tahu (mengenai daging ini), barangkali ia adalah makhluk yang dahulu pernah Allah ubah wujudnya.”(Shohih Muslim)
    Masih banyak lagi dalil-dalil dari al-Qur’an dan hadits, untuk lebih lengkap lihat aja di http://cahayagusti.blogspot.com/2012/09/reinkarnasi-dalam-al-quran-dan-hadits.html

  13. servent of the truth

    Thanks!!!
    u gimme an inspiration 4 my paper

  14. afganny

    reinkarnasi hanya istilah saja.dan masih banyak lagi istilah istilah yang lain soal nama reinkarnasi.dalm alqur’an jelas tidak ada istilah rennkarnasi. menurut saya lebih tepat di sebut evolusi rohani. jadi tidak ribet wal ribut

  15. Lotus

    Paham tentang Reinkarnasi adalah benar adanya….bagaikan sinar mentari yang terbit dari timur dan tenggelam ke arah barat…kekal …baik bagi yang percaya maupun bagi yg tidak percaya..

  16. Olads Hdn

    Kalau dalam kehidupan ini banyak terjadi reinkarnasi, lalu penjelasan nya bagaimana…? , baik secara ilmiah atau secara dalil Alqur’an.

    Sdg kan segala sesuatu yg terjadi di dunia ini sdh tercatat di Lauh Mahfudz. Apakah memang Alqur’an tidak menjelaskan secara lengkap ttg itu ?, ……
    Lalu solusi nya bagai mana menjelaskan aspek kehidupan dlm reinkarnasi tsb.

  17. Ahmad Hawari Jundullah

    Saya minta tolong dong terutama mas theeas buat menjawab kegundahan saya barusan ini. Saya baru diceritakan langsung dari sahabat saya bahwa dia baru saja menyadari bahwa dia telah bereinkarnasi, beliau adalah orang islam yang cukup taat, dengan segala cerita yang dimilikinya sangat sesuai dengan konsep reinkarnasi yang sudah ada, bahwa pikiran manusia itu saling terhubung dengan alam semesta, bisa melakukan telepati waktu, ada kehidupan sebelum dan sesudah kita baik menjadi manusia maupun hewan/tumbuhan, dan menurut beliau, kehidupan kehidupan yang pernah ia jalani atau yang akan ia jalani semuanya adalah sama, namun dengan konsep kehidupan yg berbeda (spt pekerjaan dsb), ia menyebutkan bahwa dulunya ia adalah tentara, dan sekarang ia adalah mahasiwa arsitektur dengan pekerjaan sambilan, dan yang membuat saya terhenyak lagi adalah, jodohnya ia yang sekarang adalah orang yang memiliki kehidupan yang sama dengan istrinya yang dulu, itulah yang membuat ia sekarang memutuskan untuk menghentikan hubungannya dengan pacarnya yang sekarang yang menurutnya bukanlah jodohnya, dan ia memutuskan untuk menjalin hubungan dengan jodohnya hingga mereka menikah.

    Disitu saya berpikir keras, selama ini saya dididik di lingkungan muslim yang mengenyampingkan hal-hal berbau mistis yang bisa jadi menggoyahkan akidah seorang muslim, karena menurut saya reinkarnasi hanyalah akal-akalan syetan, bahkan dalam agama hindu yang jelas jelas agama yang (maaf untuk yang non-islam) bukan agama yang benar menurut firman Allah dalam QS Almaidah ayat 3 bahwa agama islam adalah agama yang diridhai Allah. Namun semua itu terasa goyah ketika saya mendapat cerita langsung dari sahabat saya yang mengalaminya, lebih lebih beliau menceritakan bahwa semua yang terjadi padanya termasuk reinkarnasinya adalah merupakan campur tangan dari gusti Allah, semua telah diatur oleh Allah, dan kita tidak berhak menentukan jalnnya kehidupan kita sendiri kecuali dari izin oleh, oleh karena itu beliau mencoba untuk kembali pada jalan ceritanya sendiri, yaitu dengan kembali pada jodoh yang telah ditentukan sebagaimana di kehidupan-kehidupannya sebelumnya. Terimakasih, wallahu a’lam bisshowab. Mohon responnya :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.