REINKARNASI DALAM ISLAM?

By Theeas

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan kecuali sedikit” (QS Al Israa : 85)

Reinkarnasi dalam Agama-Agama Dunia

reinkarnasi dalam islam

Reinkarnasi, atau perpindahan satu roh dari suatu jasad ke jasad lain, atau definisi lainnya “rebirth” atau kelahiran ulang; sebenarnya sudah ada sejak jaman purba. Bangsa Aborigin, India, Cina, Jepang, dan Mesir Kuno sudah meyakini ini. Dalam agama Hindu, reinkarnasi adalah urat nadi kepercayaan mereka sebagaimana dituliskan dalam Bhagavad Gita :

“Sebagaimana seorang manusia menanggalkan pakaian yang telah usang dan mengenakan yang baru, jiwa meninggalkan tubuh yang usang dan mengenakan tubuh yang baru”

Dalam konsep Hindu, surga dan neraka hanyalah tempat transit. Jiwa, atau yang disebut “Jiva”, hanya menetap di surga atau neraka sementara, sebelum kemudian dilahirkan kembali di dunia. Kembaran dengan reinkarnasi, juga ada konsep karma di mana baik buruknya kehidupan sekarang ditentukan oleh baik buruk kehidupan lampau. Ajaran Buddha juga tidak menolak hal ini. Karena itu, “jiva” dapat mengalami ratusan kali kelahiran dan kematian tubuh hingga ia menjadi sempurna dan dapat bersatu dengan penciptanya – yang disebut Buddha dengan “Nirvana”.

Reinkarnasi mulai memasuki agama wahyu lewat berbagai jalan. Beberapa sekte dari Yahudi dan Sufi misalnya, mulai mengadaptasi paham reinkarnasi lewat Mesir Kuno dan Kabbalah. Namun tak heran juga sebab dalam sejarah, tassawuf dan sufi sendiri masih berkaitan dengan Kabbalah.

Dalam Kristen, orang-orang Kristen yang percaya reinkarnasi memakai ayat di bawah ini sebagai rujukan utama mereka. Mereka menafsirkan bahwa ayat ini mengindikasikan Yohannes Pembaptis merupakan reinkarnasi dari Elia.

“semua nabi-nabi dan hukum telah diramalkan hingga kedatangan Yohannes Pembaptis.  Dan apabila engkau hendak menerima, maka ia adalah Elia yang akan datang” (Matius 11:13-14).

Namun seperti pada kasus situs-situs Islam yang mengatakan “there is no reincarnation in Islam!”, situs-situs Kristen pun banyak yang mengklaim “if you believe in reincarnation, you don’t believe in Bible”. Karenanya, bisa dibilang paham reinkarnasi dalam agama wahyu masih hipotetik, dan lebih banyak kontroversinya.

Salah satu orang yang percaya dengan reinkarnasi adalah pengusaha besar Amerika, Henry Ford. Menurutnya, reinkarnasi adalah pencerahan karena kematian bukanlah lagi pembatas waktu, dan apa yang ia usahakan hari ini dapat dilanjutkan di kehidupan mendatang.

.

Reinkarnasi dalam Islam….Adakah?

Salah satu contoh orang sufi yang percaya terhadap reinkarnasi hingga diabadikan dalam syairnya, adalah Jallaludin el-Rumi :

“Aku mati sebagai mineral dan bangkit kembali sebagai batu// aku mati sebagai batu dan bangkit kembali sebagai tanaman// aku mati sebagai tanaman dan bangkit lagi sebagai hewan// aku mati sebagai hewan dan terlahir kembali sebagai manusia// mengapa aku harus takut? ketika kematian tidak mengurangi sesuatupun dariku?”

Ayat yang sering digunakan sebagai dasar bahwa Islam mendukung reinkarnasi adalah :

“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?”(QS Al Baqarah : 28)

“Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan”. (QS Ali Imran : 27)

“Dan (ingatlah), ketika kamu (Bani Israel) berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur.” (QS Al Baqarah 55 – 56). Ayat ini juga sering dipakai pendukung reinkarnasi, dengan argumen orang yang bangkit setelah mati takkan bisa bersyukur kalau bukan di dunia ini.

“Lalu Kami berfirman: “Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu !” Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti” (Al Baqarah 73)

.

Bantahan Bahwa Islam Mendukung Reinkarnasi

Sebenarnya kalau Anda melihat sekali lagi ayat-ayat di atas, mereka terlalu lemah untuk membenarkan reinkarnasi, dan kebanyakan ayat tersebut dikutip di luar konteks. Memang gampang sih kalau Anda ingin mencari pembenaran suatu hal mengatasnamakan kitab suci. Mana ayat yang kata-katanya kira-kira mendekati, ambil, kalau perlu potong sana-sini dan ganti kata, sehingga ayatnya jadi sama persis dengan yang kita inginkan. Wah, kalau kayak gini caranya, nggak peduli apapun agama atau kitab sucinya, nggak bakalan beres deh urusan :(

Pertama, ayat-ayat yang digunakan sebagai dalil reinkarnasi hampir semuanya adalah ayat-ayat mutasyabih. Tidak seperti Baghavad Gita, tak ada satupun dalil baik dalam Qur’an dan Hadits yang menjelaskan secara hakam (gamblang) bahwa satu jiwa manusia harus mengalami kelahiran dan kematian berkali-kali untuk mencapai akhirat. Do check yourself.

Ayat yang sering digunakan oleh pendukung reinkarnasi adalah Surat Al Baqarah 28. Kalau ditelusuri, ayat ini sama sekali tidak mendukung reinkarnasi. Maksud “kamu tadinya mati, hidup, mati, lalu hidup lagi” adalah fase penciptaan manusia dari ketika dia masih berupa janin tak bernyawa, lalu ditiupkan roh oleh Allah sehingga hidup. Pada saat ajal menjemput, manusia ini akan mati, lalu hidup lagi saat hari kiamat tiba untuk mempertanggungjawabkan kehidupannya di dunia.

Ayat lain yang sering digunakan sebagai dalil reinkarnasi adalah QS Ali Imran 27, namun sebenarnya ayat ini sama sekali tidak menjelaskan kelahiran ulang. “Membangkitkan yang hidup dari yang mati, dan membangkitkan yang mati dari yang hidup” adalah suatu fenomena siklus alam yang hendak dijelaskan oleh Al Qur’an. Pernahkah Anda berpikir bahwa tumbuhan hidup dari tanah yang merupakan benda mati? Bahwa oksigen yang bersifat benda mati adalah sumber kehidupan semua makhluk hidup? Dan makhluk hidup yang mati, jasadnya akan terurai kembali dalam bentuk zat-zat organik, kembali ke pangkuan alam, untuk digunakan lagi pada siklus hidup yang selanjutnya?

Sekarang ayat yang menarik untuk dibahas adalah QS Al Baqarah 55 – 56. Kata bahasa Arab yang digunakan oleh Al-qur’an untuk mendeskripsikan “kebangkitan” pada ayat ini adalah “ba’ats”. Kata ini juga merujuk pada sebutan hari kiamat yakni Yaumul Ba’ats (hari kebangkitan). Konteks “ba’ats” ini merujuk kepada orang-orang yang telah mati secara fisik dihidupkan kembali dalam tubuh yang sama, seperti kasus mati suri pada Bani Israel di ayat ini.

Dalam bahasa Arab, reinkarnasi atau kelahiran ulang disebut sebagai “tanasukh”, dan Al Qur’an tidak pernah menyebutkan hal ini.

Surat Al Baqarah 73 juga sama sekali tidak menjelaskan reinkarnasi, karena orang mati yang bersangkutan dihidupkan pada saat itu juga (ba’ats), tanpa melalui kelahiran ulang. Bila Anda membaca kisah sapi betina ini secara utuh, pada saat itu Bani Israel diperintahkan Allah untuk berkurban sapi betina yang tidak cacat, tidak pernah diperkerjakan, dan lain-lain. Ketika ada satu kasus pembunuhan di kalangan bani Israel dan tidak ada yang angkat saksi, Allah segera memerintahkan Nabi Musa agar tulang sapi betina itu dipukulkan kepada paha mayat korban. Setelah hal itu terjadi, hiduplah sang mayat dan iapun bercerita mengenai siapa pembunuhnya. Dari mana ayat tersebut bisa dijadikan pegangan reinkarnasi?

Nah, sekarang pikirkan nih teman-teman pembaca muslim…andaikan dalam Islam reinkarnasi itu benar-benar ada, yah, dengan keyakinan Anda yang percaya hari kebangkitan. Setiap orang ‘kan harus mempertanggungjawabkan amalnya masing-masing. Misalnya kita punya 15 kehidupan di dunia ini….ada yang dominan baik, jahat, baik, sisanya kita jadi hewan atau tumbuhan….nah, di akhirat kehidupan mana yah yang bakalan kira-kira dinilai? Misal Anda di kehidupan sekarang ini merasa telah berbuat amal baik sekuat tenaga, eh ternyata di akhirat misalnya, semua amal baik Anda yang sekarang dianggap gugur karena di kehidupan sebelum-sebelumnya (setelah diakumulasi) Anda ternyata lebih banyak berbuat amal jeleknya?

Untuk umat muslim yang percaya reinkarnasi, juga akan berakibat bahaya karena mengentengkan amal baik “ahh, ntar juga aku bisa hidup lagi di kehidupan selanjutnya di mana aku bisa memperbaiki amal-amalku”. Weiiits? Yuk kita back to Qur’an saja :

“ (Demikianlah) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal baik terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan” (QS Al Mu’minuun 99 -100)

“Dan jika kamu  melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Andaikan kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, tetapi  telah jelas bagi mereka kejahatan yang dulu selalu mereka sembunyikan. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang untuk mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.” (QS Al An’aam : 27 – 28)

“mereka tidak akan merasakan kematian di dalamnya (surga) kecuali kematian yang sekali saja di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka” (QS Ad Dukhaan : 56)

Dalil Qur’an lain menceritakan dialog dua orang penghuni surga. Diceritakan salah satu penghuni surga itu semasa di dunia memiliki sahabat yang tidak percaya hari kebangkitan, dan kini sahabatnya itu berada di neraka. Menyaksikan sahabatnya itu dikelilingi api dan siksaan, salah satu penghuni surga itu bertanya dengan cemas kepada temannya :

“Maka apakah kita tidak akan mati? melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)?” (QS Ash-Shafaat : 58 – 59)

Di salah satu hadits juga diceritakan bahwa setelah Perang Badar, Abdullah bin Umar (anak Umar bin Khattab) berkeliling di padang pasir lokasi perang untuk mengecek orang-orang muslim yang mati syahid. Tiba-tiba dari bawah tanah muncul seorang pria yang dibelenggu rantai yang sangat berat oleh sosok hitam tinggi besar. Pria itu berteriak “tolong Abdullah, air! air!”. Namun sosok tinggi besar hitam itu berkata “jangan kau beri dia air, Abdullah! Dia adalah orang kafir”. Tak lama kemudian, orang itu diseret kembali oleh sosok hitam tadi hingga lenyap ke bawah tanah. Abdullah pun melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah SAW, dan beliau menjawab “itu adalah Abu Jahal yang disiksa hingga kiamat”.

Maksud dari hadits di atas adalah kalau reinkarnasi memang ada, pasti Abu Jahal bukannya disiksa dalam kubur sampai kiamat, melainkan dibiarkan hidup lagi melalui reinkarnasi untuk memperbaiki amal kejahatannya. Sebagai catatan, yang dialami Abu Jahal ini baru siksa kubur….belum include “paket final” di neraka yang tentunya sampai keabadian….watawwww…

****Disclaimer :

Berhubung Thee bukan ahlinya ijtihad, maaf banget teman-teman kalau ada kekurangan. However, Thee udah studi literatur sebaik-baiknya dan memastikan tulisan ini nggak dibikin asal-asalan……Dan satu lagi, tulisan ini khusus lebih membahas reinkarnasi dari sudut pandang Islam saja. Kalau ada teman pembaca yang percaya reinkarnasi, Thee tetap respek dengan kepercayaan Anda. One more time, ini hanya reinkarnasi dari dalil-dalil Islami aja. Peace…..^_^

Related posts:

  1. UMAR BIN KHATTAB DAN LAW OF ATTRACTION DALAM ISLAM