VOLTAIRE PLAGIAT DARI AL QUR’AN!

By Theeas

Jean Marie Voltaire adalah salah satu filsuf ternama Perancis abad-17, sejajar dengan tokoh lain Montesquieu dan Jean Jacques Rousseau. Voltaire pernah dituding sebagai atheis oleh gereja, hanya karena ia sering menentang dan mengkritik kekuasaan gereja saat itu. Namun, di sisi lain Voltaire juga adalah pembenci Islam yang fanatik. Salah satu karya Voltaire adalah Candide dan Takdir. Sebenernya saya sudah membaca novel “Takdir” karya Voltaire bertahun-tahun lalu. Benar-benar novel yang sarat nilai moral. Tapi berhubung ngeblognya sekarang ya baru sekarang deh share-nya :p

Untuk yg judul “Takdir” ini, tokoh utamanya adalah seorang raja Majusi yang sangat adil, bahkan dikatakan lebih adil dari ajaran Zoroaster itu sendiri. Suatu saat dia terkena fitnah oleh lawan politiknya yang iri. Fitnah ini memicu pemberontakan yang membuatnya lari dari kerajaan menyelamatkan diri. Raja Majusi ini juga setengah putus asa dan berpikir kenapa semua kebaikan dan keadilan yang telah ia berikan pada rakyatnya malah dibalas seperti ini.

Di tengah perjalanannya, raja ini bertemu seorang kakek tua dan akhirnya kakek ini mengajak si raja jalan bareng. Apa yang terjadi selanjutnya? Si kakek ini melubangi kapal nelayan yg mereka naiki, membunuh anak kecil laki-laki, dan merubuhkan tembok .

Dalam Al Qur’an (diturunkan 1200 tahun sebelum Voltaire lahir), rentetan kisah ini ada di Surah Al Kahfi ayat 63 – 82. Dikisahkan bahwa Nabi Musa, mendapat perintah Allah untuk menemui seorang pria bijaksana (nabi juga) bernama Khidir. Ditemani muridnya (sebagian penafsir berpendapat Musa bersama Yusya bin Nun), Musa menuju tempat “pertemuan dua lautan” untuk menemui Khidir. Kisah mereka selanjutnya mulai dari Khidir melubangi kapal hingga merobohkan tembok diceritakan pada Surah 71 dst.

Ketika ditanya oleh si raja Majusi, kakek itu akhirnya menjelaskan mengapa dia melakukan hal-hal aneh tadi. Jawabannya persis dengan jawaban Nabi Khidir kepada Nabi Musa : dia melubangi kapal karena ada raja di sana yang suka merampas kapal, membunuh anak karena ia akan berbuat jahat kelak kepada orangtuanya (bedanya kalau di Qur’an anak itu kelak akan kafir dan menjerumuskan ortunya pada kekafiran), dan merobohkan tembok karena di dalamnya terkubur harta untuk anak yatim (di versi Qur’an membangun tembok).

Selanjutnya, kakek itu menasihati si raja Majusi untuk kembali ke negerinya dan supaya jangan takut, karena kebenaran pasti menang. Akhirnya, raja itu sadar dan pulang ke negerinya. Ternyata, ia dapat memecahkan masalah fitnah itu dan menang.

Voltaire memplagiat dari Qur’an, atau hanya kebetulan??

No related posts.

Latest Comments
  1. Johar Manik

    Plagiat,
    Ane sudah pernah baca ulasan perihal itu entah dimana…

  2. rini usman

    yang jelas kebenaran tak bisa di bohongi,,,kalau mang dia plagiat dari Al-Qur’an maka merugilah manusia ni (voltaire) karena membohongi hati nurani dan kebenaran Al-Quran,,,,kacian deh loe vol,,,,sampai ahir zaman pun kebenaran Al-Quran tak bisa di pungkiri,,ALLAHUAKBAR,,,,,,

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.