BERJIHAD KE NERAKA BERSAMA AL QAEDA C.S

Compiled by Theeas
“Patutkah Kami (Tuhan) menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?” (QS. Shaad : 28)
Rame-rame berita Abu Bakar Ba’asyir ditangkap paksa densus 88, saya jujur aja heran….apa Ba’asyir tu teroris bengis yang suka ngebom-ngebom, atau dia cuma difitnah aja? soalnya kalau memang benar kata berita di Metro TV kalau CIA sudah menangkap Al Faruq sebelumnya dulu-dulu dan mengatakan Ba’asyir ada kaitan ama Al Qaeda cs, kenapa juga Amerika pada akhirnya melepas juga Ba’asyir setelah susah payah dapat bukti tsb?

Rame berita teroris ditangkapi atau ditembak mati ama densus 88, Anda mungkin menyerapah puas “mampus kamu teroris busuk”, namun saya sendiri “mampus kamu perusak Islam, sono membusuk kamu di neraka!”.
Orang-orang Jamaah Islamiyah bisa saja berkata “Fulan ini mati syahid”. Atau bolehkah saya bilang, “syahid ke neraka”?. Beruntung kita hidup di Indonesia di mana definisi “jihad” bisa lebih diluruskan. Kalau Anda mendengarkan CNN atau Pravda, mereka pasti akan mendefinisikan jihad sebagai “a muslim group hijacked airplane”. Subjek ini menggelitik saya dan butuh waktu bertahun-tahun untuk saya mencari dan mengkaji ulang semua fiqh, fatwa ulama nasional dan internasional, dan hukum Islam mengenai jihad dan terorisme. Apa yang saya tulis memang bukan yang paling lengkap, namun semoga bisa sedikit meluruskan pemahaman kita tentang jihad dan terorisme dalam Islam. Amin.
.
Kembali ke Jihad
Pertama-tama, kita harus berpikir jernih dulu : apa itu jihad? Orang yang otaknya telah kerasukan hasutan media pasti langsung menjawab “kekerasan”, “teroris”, “a group of muslims bombing airplane”, “suicide bombing”. Jangan, kita jangan seperti mereka!
Jihad adalah secara etimologis bermakna “usaha yang sungguh-sungguh”. Dan percayalah, walau jihad sering identik dengan perang, namun dalam beberapa Hadits Rasulullah SAW disebutkan bahwa :
1. orang yang mencari nafkah untuk keluarganya adalah jihad,
2. orang yang pergi dari rumahnya untuk mengenyam pendidikan adalah fisabilillah,
3. orang yang membela diri ketika dirampok adalah jihad,
4. wanita yang meninggal karena melahirkan adalah mati syahid.
5. Bahkan, wanita yang berbuat baik pada suaminya dijanjikan Rasulullah mendapatkan pahala seperti pria yang berjihad perang.
Bagaimana dengan jihad yang berarti perang? Jihad yang ini secara Islam hanya sah hukumnya, hanya berlaku, dan hanya boleh disebut “jihad” BILA TERJADI PERANG FISIK. Jelas? Perang fisik, perang senjata. Indonesia melawan Belanda saat penjajahan, berlaku jihad. Palestina melawan Israel ketika agresi militer, berlaku jihad. Para sniper wanita Bosnia yang berjuang dengan senapan mereka melawan kekejian Serbia saat itu, juga jihad. Irak lawan Kuwait dulu, apakah jihad? Nah kalau yang itu jelas bukan. Karena dalam Al Qur’an disebutkan, muslim yang memerangi, membunuh muslim disebut kufur, dan dijanjikan neraka oleh Allah :-(.
Bahkan dalam perang fisik yang paling keras sekalipun, di mana jihad berlaku, ada sejumlah peraturan ketat yang harus dipenuhi. Ada peraturan ketat sebagaimana yang disebutkan Hadits Nabi untuk penduduk sipil yang tidak terlibat dalam peperangan (non-combatant): tidak boleh membunuh wanita, anak-anak dan orang tua, tidak boleh membunuh rahib-rahib dalam gereja atau kuil mereka, tidak boleh membunuh orang-orang yang berlindung dalam tempat peribadatan (seperti gereja), tidak merusak bangunan penduduk, tidak membunuh hewan ternak dan tanaman. Rasulullah SAW juga mengharamkan penjarahan dan perampasan terhadap harta penduduk sipil di negara musuh.
“Jangan membunuh orang tua, wanita, dan anak-anak” (HR Abu Dawud)
“Beliau (Rasulullah SAW) tidak membenarkan pembunuhan atas wanita dan anak-anak” (HR Bukhari Muslim)
“(Rasulullah SAW bersabda) jangan membunuh orang-orang yang sedang berada dalam tempat peribadatan” (Hadits Musnad Ibn Hanbal)
“Rasulullah melarang orang-orang beriman melakukan perampasan dan penjarahan (selama perang)” (HR Bukhari dan Abu Dawud)
“Perampasan tidak lebih halal daripada bangkai” (HR Abu Dawud)
Bahkan Abu Bakar pernah melarang pasukannya untuk meminum susu sapi perah tanpa seizin pemiliknya. Ia berpesan “jangan menghancurkan desa-desa dan kota-kota, jangan menghancurkan ladang-ladang pertanian dan kebun-kebun, dan jangan membantai ternak”
Rampasan perang berbeda dari jarahan. Rampasan perang adalah yang diperoleh dari perbekalan dan peralatan tentara musuh di area milier atau kamp militer mereka, dan boleh dimiliki oleh tentara Islam selama berperang.
Sekarang, kita bercermin dengan apa yang telah dilakukan para “mujahid” yang membajak pesawat, mengebom gereja pada malam Natal, dan mengebom tempat-tempat umum seperti yang di kafe Legian, pasar rakyat di Sulsel (banyak orang muslim yang korban), dan Hotel Ritz Carlton. Mereka bilang hal itu karena sikap anti-asing, anti-orang kafir, anti Amerika, dsb. Adakah kita saat ini perang fisik terhadap asing? Adakah kita bangsa Indonesia saat ini mengalami invasi militer besar-besaran seperti di Palestina, yang mengharuskan kita angkat senjata? Kalau jawabannya “tidak”, maka apakah aksi yang mereka lakukan itu masih bisa dibilang “jihad”?
Dengan aksi pembunuhan massal terhadap banyak penduduk sipil dan pengrusakan bangunan, pengrusakan rumah ibadat (gereja), apakah diperbolehkan dalam jihad itu sendiri—seperti yang telah disebutkan di atas??!!? Dan mereka katakan “ini adalah jalan yang dikehendaki Allah”??? Terorisme tak lebih dari berbuat kerusakan di muka bumi, tidak peduli dari agama manapun orang yang melakukannya.
“Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi “, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (Al Baqarah 11-12)
Dan bom bunuh diri. Jelas-jelas bunuh diri itu dosa, dan dijamin gratis…dapet neraka. Sejak kapan bunuh diri sambil membantai orang (yang diharamkan untuk dibunuh) = mati syahid?
“Barangsiapa membunuh dirinya dengan menjatuhkan diri dari tempat tinggi, maka ia akan terus-menerus menjatuhkan diri dari ketinggian di neraka. Barangsiapa membunuh dirinya dengan meminum racun, maka ia akan terus-menerus meminum racun di neraka. Barangsiapa membunuh dirinya dengan menusukkan logam, maka ia akan terus-menerus menusukkan logam ke tubuhnya di neraka” (Hadits)
Bom bunuh diri dalam perang hanya diperbolehkan dalam keadaan paling terpaksa. Sejarah bom bunuh diri di negara ini yang mungkin belum pernah Anda dengar adalah Mohammad Toha. Pada suatu pagi, ia dengan kawan-kawan militernya menyelinap ke gudang mesiu Belanda dengan membawa bom. Rencananya, bom diletakkan, M. Toha dkk kabur, dan kabum. Tapi malangnya, pasukan Belanda malah muncul berjaga-jaga di sekitar M.Toha setelah bom diletakkan. Tempat itu terkepung total, dan nampaknya Belanda curiga pasukan TNI telah lama mengincar gudang mesiunya. Kalau M.Toha menampakkan diri, rencana pengeboman akan bocor ke pihak Belanda, dan kawan-kawan TNI-nya dalam bahaya. Akhirnya, M.Toha terus bersembunyi di gudang mesiu hingga bom meledakkan tempat itu beserta dirinya.
Dua tahun lalu, saya membaca fatwa dari seorang ulama tentang gerilyawan Chechnya yang berperang melawan kedzaliman tentara Rusia terhadap negeri mereka. Karena memilih hendak memisahkan diri dari Rusia tahun 1991, Boris Yeltsin segera bertindak dengan mengirim invasi militer besar-besaran ke provinsi bermayoritas muslim yang terletak di Tenggara Rusia tersebut. Bangunan-bangunan penduduk dirusak tank dan ribuan orang eksodus. Padahal Chechnya hanya ingin mengikuti jejak negara muslim pecahan Soviet lain seperti Uzbekistan atau Azerbaijan—memisahkan diri dari pemerintahan komunis dan membentuk pemerintahan baru yang lebih bernafaskan Islam.
Aksi militan gerilyawan Chechen membela diri atas invasi Rusia adalah jihad. Namun tindakan mereka yang kerapkali menjadikan penduduk sipil sebagai sandera, seperti mengepung sebuah sekolah di Rusia dan menyandera anak-anak SD (2002), menyandera gedung teater (2001), tetap saja tindakan yang tidak dibenarkan—bahkan dilarang oleh Islam dan berdosa berat, demikian ujar fatwa itu. Pantaskah meneror penduduk sipil dikatakan “jihad”?
Jadi saran saya untuk Anda yang merasa calon pengebom di Indonesia ini : kalau Anda anti-kafir, jangan ngebom di Indonesia. Sono ke Israel kalo mau ngebom!!! 😀
.
Muslim vs Kafir
“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain , atau bukan karena orang itu membuat kerusakan dimuka bumi; maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya . Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (Al Maidah 32)
Kalaupun ada yang namanya negara Islam, tidak semua orang kafir disamaratakan sebagai “kaum yang harus dibasmi” seperti yang dilakukan para teroris itu. (Ironisnya, banyak juga orang muslim menjadi korban pengeboman oleh Noordin M.Top cs). Ada dua jenis orang kafir dalam hukum Islam : kafir dzimmah dan kafir harbi.
Kafir dzimmah adalah orang-orang nonmuslim yang tinggal di suatu wilayah Islam dan dilindungi pemerintah Islam. Mereka tidak boleh dipaksa masuk Islam, bebas menjalankan keyakinannya, dengan harta benda dan nyawa yang dilindungi. Bahkan apabila ada musuh yang hendak memerangi kafir dzimmah, tentara muslim harus membela mereka dengan memerangi musuh itu—walau bukan pihak muslim yang diperangi. Inilah hukum yang tegak berabad-abad di tengah kekhalifahan Islam.
Khalifah Umar bin Khattab pernah mengeluarkan undang-undang untuk perlindungan umat Yahudi dan Kristen di Yerusalem dengan gereja mereka. Di Uzbekistan, khalifah Al Ma’mun pernah batal menggusur rumah seorang janda Yahudi (untuk perluasan area mesjid) karena janda itu tidak mengizinkan rumahnya digusur, walau khalifah telah menawarkan rumah pengganti dan harga yang tinggi. Setelah janda itu meninggal, khalifah tidak merebut rumahnya dan tetap menghormati hak janda itu. Tidak ada perampasan atau pemaksaan. Ibnu Ezra, ilmuwan Yahudi asal Andalusia, bersekolah di universitas islam milik khalifah dan mendapatkan hak sama seperti mahasiswa muslim lain, walau ia tidak pernah masuk Islam seumur hidupnya. Warga negara asing yang melawat ke wilayah Islam dengan damai juga dilindungi, misalnya peziarah Yerusalem.
Pembunuhan para kafir Dzimmah, seperti yang dilakukan oleh teroris, diharamkan oleh Islam. Apabila hukum Islam tegak, pembunuh yang masih hidup itu harus mendapatkan qishash sebagai hukuman. Khalifah Umar bin Khattab sendiri pernah mengeksekusi mati seorang muslim karena membunuh ahli dzimmah beragama Kristen.
“Tidak akan mencium bau surga orang yang membunuh ahli dzimmah” (Hadits)
Di sisi lain, kafir Harbi adalah orang-orang nonmuslim yang terang-terangan memerangi orang Islam secara fisik, dengan angkat senjata. Contoh ini bisa dilihat jelas pada kasus Israel dan Palestina. Kafir harbi harus diperangi, dan di sinilah jihad dimulai.
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (namun) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al Baqarah 190)
“Telah diizinkan (untuk berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu” (Al Hajj 39)
Saya pernah menonton di salah satu stasiun TV wawancara dengan mantan anggota Jamaah Islamiyah. Orang ini keluar dari JI pada tahun 1999-an, saat itu belum ada paham terorisme yang memasuki JI. Alasannya, ia tidak bisa menerima cara pengkafiran yang dilakukan oleh JI : jangankan orang nonmuslim, orang muslim yang tidak sependapat dengan JI akan segera dicap “kafir”. Salah satu orang yang pernah dikafirkan JI adalah Habibie.
Setelah melakukan observasi, memang ada beberapa organisasi seperti itu di Indonesia . Mungkin kita pernah dengar satu kelompok Islam (saya takkan sebut namanya) yang sering mencap “bid’ah” pada siapapun yang beda pendapat, walau sedikit saja, dengan kelompok itu. Tapi pengkafiran ini jauh lebih parah dan berbahaya. Cap “kafir” ini dapat berbuntut lebih jauh :
“kafir” => “darahnya halal untuk ditumpahkan”+ “hartanya halal untuk dirampas” + “najis”
Teman saya pernah cerita bahwa kenalannya ada yang terjebak sekte seperti ini dan dicuci otak sedemikian rupa, sehingga ia akan mengepel lantai kamarnya kalau ada orang masuk. Soalnya, orang selain dari sektenya itu adalah “najis”.
Dengan landasan dangkal itu, mereka menumpahkan darah di negeri ini melalui berbagai aksi terorisme, dengan korban baik nonmuslim dan muslim. Tanpa dosa, karena “darahnya halal”. Padahal Islam telah menggariskan dengan jelas batasan kafir dan bukan. Seorang sahabat pernah menanya kepada Rasulullah SAW mengenai pemerintahan yang dijalankan orang muslim namun dzalim dalam pelaksanaannya—haruskah diperangi? Dan dijawab Rasulullah SAW, “tidak, selama mereka masih menegakkan sholat”. Dalam hadits ini “menegakkan sholat” adalah simbol bagi “muslim”.
Mari kita bercermin pada sejarah Islam, Anda mungkin pernah mendengar nama Abdullah bin Ubay. Ya, dia adalah pimpinan orang munafik yang sering mengacaukan dakwah Islam saat itu, termasuk memfitnah Aisyah berselingkuh, dan membuat 300 orang prajurit mundur dari Perang Uhud—salah satu penyebab umat muslim kalah perang Uhud. Apabila Ibnu Ubay dikatakan “kafir” dan “darahnya halal ditumpahkan”, ia memang layak mendapatkannya.
Sahabat Rasul seperti Umar, bahkan anak lelaki Abdullah bin Ubay sendiri yang taat, pernah mengajukan pada Rasul agar Ibnu Ubay dibunuh—namun Rasulullah melarangnya. Alasan Rasul, Abdullah bin Ubay juga pernah bersyahadat, dan secara hukum adalah muslim—walau perilakunya busuk. Sejarah Islam mencacinya sebagai ular dalam selimut yang paling keji sepanjang dakwah Rasulullah, dan Allah dalam suatu ayat menyatakan tempat Ibnu Ubay adalah neraka.
Apabila Anda merasa salah satu pengikut dari golongan yang suka mengkafir-kafirkan orang, pikirkanlah, dan tanyakan pada diri Anda sendiri : Apakah orang muslim yang Anda kafirkan saat ini lebih busuk dari Abdullah bin Ubay? Kalau Ibnu Ubay yang sedemikian keji saja dinyatakan oleh Rasulullah SAW darahnya haram ditumpahkan (karena secara hukum ia adalah muslim); mengapa kita harus mengkafirkan sesama muslim dan mengklaim “darahnya halal ditumpahkan”……….. hanya karena ia tidak sepaham dengan aliran kita ??
“…. maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa” (QS An Najm 32)
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih ? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikitpun.” (QS An Nisa 49)
.
Al Qaeda adalah Bentukan Amerika Serikat
Al Qaeda adalah otak pengeboman di seluruh dunia dengan “Islam Radikal” sebagai landasannya, dan memegang teguh sikap anti Amerika. Namun ada yang janggal dengan organisasi ini.
Dalam buku investigasi best-seller Thierry Maysans, “Kebohongan Amerika Memutarbalikkan Fakta Kejadian 9/11”, diceritakan bahwa Al-Qaeda berasal kata “al qaidah” atau database. Al Qaeda dibentuk oleh Amerika Serikat tahun 1990-an di Afghanistan pada masa perang melawan penjajahan Rusia. Al Qaeda adalah organisasi yang mengumpulkan database para mujahid Afghanistan yang memerangi Rusia dengan biaya oleh intelejen Amerika (saat itu ‘kan Afghanistan dan AS punya musuh yang sama, yakni Rusia). Osama bin Laden adalah tangan kanan Amerika yang bertugas mengelola Al Qaeda, dan ia dinyatakan resmi sebagai “sahabat Amerika”.
Namun usai perang Afghanistan berakhir, Osama dikatakan Amerika “menyelewengkan Al Qaeda untuk kepentingannya”. Ini yang aneh : bagaimana mungkin intelejen Amerika yang membiayai Al Qaeda secara ketat tiba-tiba bisa kecolongan dengan mudahnya oleh seorang Osama? Kecolongan tentang kontrol Al Qaeda ini juga hampir bersamaan dengan ramalan NIC (bentukan intelejen Amerika) bahwa “Islam akan menjadi ancaman terbesar bagi kapitalisme”. Kesaksian seorang mantan agen NSA, John Perkins, dalam bukunya “Confessions of an Economic Hitman”, menyatakan dengan gamblang bahwa Amerika telah mengungsikan Osama bin Laden dan keluarganya ke “suatu tempat yang tidak akan ditemukan” jauh sebelum peristiwa 9/11 yang heboh itu terjadi . Jadi kalau Anda bertanya, where in the world is Osama? George Walker Bush dan konco-konconya pasti tahu jawabannya.
And this is just a crazy thought. Cuman pikiran gila dan dugaan : apakah mungkin Amerika, Masonik, atau pihak manapun itu, sebenarnya adalah dalang yang menciptakan paham “Islam Radikal” itu sendiri? Tidakkah ini rencana yang cerdik : menghancurkan Islam melalui tangan orang muslim sendiri. Bukankah Al Qaeda dari awal pembentukannya adalah rancangan Amerika? Amerika/Masonik menciptakan paham “Islam Radikal”, paham “berjihad dengan terorisme”, dengan menyelewengkan Al Qur’an dan Hadits—lalu mengajarkannya kepada orang muslim yang tidak mengerti ajaran agamanya! Orang muslim yang hanya tahu sholat dan zakat, tapi tidak tahu jantung dan labirin ajaran Islam yang sesungguhnya. Amerika/Masonik/apapun itu, merekrut, lalu mencuci otak muslim-muslim bodoh ini, dengan menyemangati mereka “ini adalah tugas mulia, ini jalan ke surga, dsb”, dengan kedok “menegakkan hukum Allah”…… sehingga mereka bersedia bom bunuh diri, membajak pesawat, mati sebagai muslim……Dan akhirnya! Dunia pun segera menuding “orang Islam melakukan pengeboman ini. Bom bunuh diri itu”. Dan sisanya, adalah tugas mudah bagi media untuk membumbui cerita, menyebar kebencian dengan “Islam adalah agama teroris”.
Amerika/Masonik/apapun itu = membentuk Islam Radikal, muslim = tangan mereka. Sehingga seolah-olah pelakunya adalah Islam. Kemudian Islam yang akan disalahkan.
Does that make sense?
.
TERIMAKASIH KEPADA : begitu banyak sumber sehingga saya tidak ingat lagi…..tapi yang pasti :
Eramuslim.com,
http://submission.org/ (website Islam Barat yang bagus dan kritis tapi dodol karena nggak mau mengimani Hadits, eh malah jelek-jelekin Abu Hurairah :-p),
Thierry Maysans (Kebohongan Amerika Memutarbalikkan Fakta Kejadian 9/11, penerbit Jalan Lurus), yang bikin saya melek merem mengetahui konspirasi najis Amerika dan Yahudi
salah satu brosur Mesjid 6 tahun lalu tapi saya masih ingat banget isinya, yang sangat sangat menginspirasi saya menulis artikel ini, “Islam dan Jihad” bahasannya
Metro TV (saya kan anak nongkrong MTV, alias Metro Tv, hehehehe)
www.pakdenono.com atas download berita islamnya..yang seringkali membuat miris menyadari saudara kita di belahan dunia sana teraniaya….
Amat sangat banyak buku, website, dan brosur yang terus berdakwah tentang hal ini

No related posts.

Latest Comments
  1. mbahdien

    Ngapain mikir jihad2 segala pake ngebom2 lagi. Nolong tetangga yg lg kesusahan juga jihad kok.

  2. Budhe Ncop

    Artikelnya bagus,,, Over all saya sependapat,,,
    Pertanyaannya hanya satu… Kapan Negara Islam bangkit kembali???

  3. tiar

    gan walau ane juga sependapat ama agan tapi ane kurang srek aja klo kita men judge orang masuk neraka atau masuk surga itu hak allah kita tidak boleh mengira orang itu masuk neraka atau surga gan,,biar allah yg maha tau mereka masuk mana

  4. mas_b3dj0

    Sesungguhnya saya iri melihat para semangat teroris indonesia yg rela mati membela islam…tapi cuma nggak cocok aja kok jihatnya sukanya ngledakin hal hal yg rasanya jauh dari jihad…mbok yao langsung ke palestin lawan israel gitu lho…klo ngledakin para koruptor sama hakim jaksa nakal boleh gak ya…??

    • theeas

      Hiyaaaa….stuju gaaaann 😀

  5. budi

    memang benar yg anda jelaskan itu jg termasuk sahid tapi jihad yg sebenarnya jihad adalah berjuang melawan kekafiran seperti di negar timur tengah, itulah ruh islam sesungguhnya dan halini sangat ditakuti oleh kaum lain yg bukan muslim, kita perhatikan sejarah perkembangan islam dari menundukan konstantinopel, persia sampai ke yarusalem semua dilakukan dgn tidak mudah tentu dengan jihad. anda jangan mengaburkan jihad dalam arti sesungguhnya. krn perlu diingat memang banyak yg tidak suka dengan jihad tp setidaknya anda jgn membuat artikel yg membodohi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.