STRESS SELAMA HAMIL BAHAYAKAN OTAK DAN EMOSI BAYI

Compiled by Theeas

stress dan kehamilan

Hindari stress dan kecemasan berlebihan selama hamil, karena akan berdampak pada janin! Amaran lama ini tampaknya ada benarnya juga. Sebuah penelitian di Inggris oleh Imperial College London membuktikan bahwa stress yang dialami ibu selama hamil dapat berdampak jelek bagi calon bayinya, bahkan efek ini dapat mendekam hingga bertahun-tahun bayi itu hidup menjadi anak yang lebih besar : yakni penurunan daya belajar dan ketidakstabilan emosi.

Profesor Vivette Glover, pemimpin penelitian tersebut dari Institute Insitute of Reproductive and Developmental Biology menyatakan, “kita semua sudah tahu bahwa ibu yang merokok atau minum alkohol selama hamil dapat membahayakan janin. Namun dalam penelitian oleh tim kami, terlihat bahwa faktor yang lebih samar, seperti emosi ibu, juga berpengaruh pada janinnya hingga jangka panjang. Stress yang dialami ibu terutama karena pertengkaran rumah tangga dengan suami, juga bisa membahayakan calon anak”

Para peneliti itu menemukan bahwa hormon stress kortisol adalah salah satu yang mempengaruhi janin apabila sang ibu stress. Biasanya, secara alami plasenta dapat melindungi janin dari kortisol ibunya dengan memproduksi suatu enzim yang dapat memecah hormon itu sebelum masuk tubuh janin. Namun apabila sang ibu sangat stress, enzim ini tidak akan bekerja optimal sehingga kortisol dapat menembus plasenta. Stress yang dialami ibu juga dapat mempercepat detak jantung janin.

Para peneliti ini juga berpendapat bahwa makin tinggi kadar kortisol pada janin, makin rendah IQ sang bayi itu  yang terlihat mulai umur 18 bulan. Menurut Vivette, stress dan kecemasan berlebihan yang dialami ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan otak bayi. Pada akhirnya hal ini dapat menghasilkan masalah emosional anak yang lebih besar di masa mendatang seperti mudah cemas dan depresi, ADHD (hiperaktivitas), dan daya belajar menurun. Pada penelitian lain, diduga stress selama hamil ini dapat mendekam hingga si anak dewasa yang mengakibatkan kecenderungan buruk seperti ketidakstabilan emosi hingga kriminalitas.

Berdasarkan hasil penelitian ini, Glover menganjurkan ibu untuk menghindari stress dan kecemasan berlebihan selama kehamilan, agar akibatnya tidak ditanggung anak di masa mendatang.

.

SUMBER :

Pregnancy Stress Can Damage Baby’s Brain. 11 Juli 2009. timesofindia^com

Stress During Pregnancy Leads to Behavioral, Emotional Problems in Kids. 30 Juni 2009.

Related posts:

  1. 11 KEBIASAAN WANITA YANG JARANG STRESS
  2. HIKMAH SUNNAH : MAKAN SAMBIL BERDIRI BAHAYAKAN ESOFAGUS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.