RESENSI BUKU– “DUSTA INDUSTRI PANGAN” : KETIKA PANGAN DICENGKERAM KAPITALISME

Melihat judul buku dan covernya, sepertinya buku ini lebih ditujukan kepada orang-orang dari dunia pertanian (terutama budidaya dan bioteknologi), dan pangan. Namun membaca keseluruhan isinya, buku ini sebenarnya bisa dibaca oleh siapapun yang ingin tahu lebih jauh contoh-contoh konkret di depan mata tentang kejahatan kapitalisme yang kali ini, contohnya dalam dunia pangan/pertanian. Isabelle delForge sendiri, penulis buku ini, adalah aktivis antikapitalisme asal Belgia.

dusta

Ini adalah contoh beberapa fakta yang dijelaskan dari buku itu :

1. Tahukah Anda ketika pertanian organik awal muncul, ditentang keras oleh WTO PBB? Salah satu negara pelopor pertanian organik di Asia adalah Filipina. WTO berpikir bahwa bila pertanian organik diteruskan, maka yang dirugikan adalah perusahaan-perusahaan raksasa penghasil pupuk dan pestisida—karena dengan demikian para petani tidak akan lagi membeli produk perusahaan-perusahaan tersebut. WTO bahkan mengirim orang langsung ke lapangan, membujuk para petani Filipina untuk menghentikan pertanian organik dan terus membeli pupuk dan pestisida. Namun hal itu ditolak oleh para petani karena pertanian organik bagi mereka adalah “revolusi pertanian yang sesungguhnya”. WTO pun akhirnya tidak bisa apa-apa ketika pertanian organik terus berkembang pesat sampai ke Barat.

2. Secara alami, tanaman dapat beregenerasi karena adanya benih. Namun lalu perusahaan benih raksasa menciptakan teknologi terminator : bibit-bibit tanaman pertanian dibuat mandul agar tidak dapat regenerasi dan hanya bersifat sekali pakai. Tanaman yang telah panen tidak dapat diambil bijinya karena mandul. Dengan demikian, petani terus-menerus membeli bibit kepada perusahaan, menciptakan ketergantungan petani kepada kapitalis. Pindah ke perusahaan lain? Tentu saja tidak bisa, karena petani telah terikat kontrak dengan perusahaan. Pindah ke perusahaan lain untuk memperoleh bibit mengakibatkan mereka terkena sanksi denda.

3. Mematenkan tanaman tertentu yang telah dimodifikasi dengan bioteknologi mungkin masih diterima akal. Namun bagaimana dengan mematenkan tanaman yang masih asli “belum diapa-apakan”?  Sebagai misal—just in case, bagaimana bila padi (yang bukan hasil silangan sama sekali) dipatenkan oleh perusahaan tertentu di Eropa dan apabila petani  Indonesia hendak menanam padi maka ia harus membayar uang paten kepada perusahaan itu? Tahun 1994, kedelai pernah hendak dipatenkan oleh sebuah perusahaan di Eropa. Artinya, setiap petani di dunia yang hendak menanam kedelai harus membayar paten kepada perusahaan itu. Akibatnya, protes berdatangan dari seluruh dunia. Pematenan kedelai akan menyebabkan kelaparan besar kepada dunia.

4. Pada tahun 2002, seorang petani kecil asal Kanada harus membayar denda paten sebesar 25.000 Dolar Kanada kepada Monsanto, perusahaan raksasa bioteknologi. Monsanto menuntut petani itu karena menanam jagung transgenik milik Monsanto secara illegal di lahannya. Padahal, sebenarnya benang sari jagung transgenik Monsanto hanya terbang terbawa angin sehingga tertanam tanpa sengaja di lahan si petani. Kasus ini dibawa Monsanto ke jalur hukum dan akhirnya petani kecil yang kalah di pengadilan itu harus membayar denda.

5. Monsanto melobi FDA (Badan POM-nya Amerika Serikat) untuk melegalkan Bovine Hormone BST, sebuah hormon suntik untuk sapi yang menaikkan kadar estrogen sapi sehingga produksi susu sapi lebih banyak. Sapi yang disuntik ini akan menghasilkan susu yang ikut mengandung BST. Berkenaan dengan kebijakan itu, para peneliti independen memperingatkan FDA bahwa BST sangat berbahaya karena dapat menaikkan resiko kanker rahim dan kanker payudara hingga 25 kali lipatnya, termasuk kanker payudara dan kanker kantung susu pada sapi perah itu sendiri. Seorang anggota FDA yang menolak BST dipecat, dan FDA pun melegalkan BST yang kontroversial itu. Tak hanya itu, FDA juga melarang produk-produk susu sapi di Amerika mencantumkan “susu ini mengandung BST” pada labelnya—di mana hal ini berarti pelanggaran besar terhadap hak konsumen. Sebuah perusahaan susu instan yang hendak mencantumkan “bebas BST” di labelnya, dipersulit oleh hukum dan harus menunggu 1 tahun untuk pelegalan label “bebas BST” itu.

6. Sedikit summary dari Isabelle delForge bahwa koar-koar kapitalisme menyatakan bahwa kemiskinan dan kekurangan pangan disebabkan oleh kurangnya produksi pangan. Namun faktanya, jumlah produksi pangan dunia saat ini justru melimpah dibandingkan dengan jumlah populasi dunia. Permasalahannya adalah bukan dengan bagaimana menggalakkan jumlah angka produksi…melainkan bagaimana mengoptimalkan distribusi, agar setiap orang dapat mengakses pangan dan kebutuhan (itulah kenapa dalam Islam ada zakat, yakni untuk mengoptimalkan distribusi, agar harta tidak hanya beredar pada kalangan the have).

7. Sedikit summary lagi bahwa dalam kapitalisme, menurut teori di atas kertas, pihak swasta atau rakyat dapat mendirikan usaha ekonomi sebebas-bebasnya dan negara hanya bertindak sebagai “anjing penjaga”, dan pemerintah hanya netral. Namun dalam pelaksanaannya, pasti akan ada monopoli ekonomi oleh satu pihak yang lebih kuat mengalahkan pihak yang lebih lemah. Di saat itu, negara harus turun tangan untuk mengatasi monopoli ekonomi yang terjadi dan saat itulah para kapitalis memiliki kesempatan besar untuk melobi pemerintah…

dan lain-lain….

Masih banyak lagi fakta menarik, very nasty, blak-blakan, bikin gemes, tapi nyata……..

Pada buku ini kita akan menghadapi tersangka utama pembikin goro-goro itu, Monsanto. Namun sebenarnya, Monsanto dalam buku ini hanyalah puncak gunung es dari kebobrokan sistem yang telah ada, yakni kapitalisme. Siapa yang tidak butuh pangan di dunia ini untuk bertahan hidup? Dan apa yang terjadi bila kebutuhan dasar makhluk hidup (untuk manusia khususnya) ini dicengkeram kuat oleh kapitalisme?

Walau buku ini lebih terfokus pada topik pangan dan pertanian, namun Anda yang bukan berasal dari bidang pertanian/pangan dapat membaca buku ini tanpa takut tidak akan memahami apa yang sedang dibahas. Untuk Anda para aktivis anti-kapitalis, aktivis Islam ideologis, dan Anda yang ingin tahu fakta konkret kejahatan sistem kapitalisme, “Dusta Industri Pangan” adalah a must read.

No related posts.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.