SIRUP JAGUNG BUATAN AMERIKA DAN PRODUK TURUNANNYA MENGANDUNG MERKURI TINGGI

By : theeas

Minneapolis – Hal ini bukan main-main : merkuri ditemukan pada hampir 50% sampel sirup jagung (high fructose corn syrup atau HCFS) yang diuji , demikian laporan jurnal saintifik “Environmental Health” akhir Januari 2009 lalu. Studi terpisah yang dilakukan Institute for Agriculture and Trade Policy (IATP) juga menemukan bahwa sepertiga dari 55 merk pangan olahan terkenal yang menyertakan HCFS sebagai bahan bakunya akhirnya juga ikut tertular kontaminasi merkuri, seperti Quaker, Hershey, Kraft, dan Smucker’s. 55 produk ini termasuk saus barbekyu, jam, yogurt, dan sirup coklat. (Tambahan penulis : produk dengan merek tersebut dalam versi Indonesianya belum tentu mengandung HCFS, jadi harap jangan panik. Artikel yang dimaksud ini hanya menjelaskan produk-produk yang diproduksi di Amerika Serikat)

Di negara-negara Barat pada umumnya, penggunaan HCFS telah meroket pada 10 tahun terakhir ini sebagai pemanis pengganti gula sukrosa dalam berbagai makanan olahan. HCFS dapat ditemukan pada minuman berpemanis, roti, sereal, makanan sereal, yogurt sup, dan kondimen. Produk olahan lain yang bermerkuri paling tinggi adalah produk hewani yang menggunakan HCFS sebagai bahan bakunya, disusul kondimen dan dressing (bumbu salad).

Rata-rata, orang Amerika mengonsumsi 12 sendok makan per hari HCFS. Karenanya, konsumsi HCFS oleh remaja dan “pelanggan HCFS” lain bisa sampai 80% lebih tinggi dari kadar rata-rata.

“Merkuri bersifat toksik dalam bentuk apapun”, ujar David Wallinga, M.D, dari IATP yang mempelopori kedua studi. “Bayangkan berapa banyak HCFS yang dikonsumsi oleh anak-anak, bahan pangan satu ini dapat malah menjadi sumber merkuri yang tidak pernah Anda bayangkan dampaknya. Kami menyerukan pelaku industri pangan untuk melakukan perubahan dan agar FDA membantu menghentikan kontaminasi merkuri ini pada semua bahan pangan yang beredar”

Pada artikel Environmental Health, Renee Dufault et al menemukan merkuri terdeteksi pada 9 dari 20 sampel HCFS komersial. Dufault masih bekerja pada FDA tahun 2005, yakni waktu tes itu dilakukan. Ia dan timnya berkesimpulan bahwa kontaminasi merkuri HCFS tidak akan terjadi pada produk olahan pangan lain selama produk itu tidak menggunakan HCFS sebagai bahan baku pembantunya.

Namun FDA yang telah menemukan ini empat tahun lalu, justru menutupi hasil penelitian tersebut dan tidak menyebarkannya kepada para konsumen yang berhak. Juga tidak ada seruan kepada para industri pangan untuk memperbaiki produknya, termasuk penelitian tambahan yang diperlukan.

Kandungan merkuri diduga berasal dari kaustik soda yang merupakan bahan pembantu industri HCFS. Kaustik soda diperlukan untuk memisahkan pati jagung dari biji utuh (kernel) jagungnya. Selama puluhan tahun, HCFS ini menggunakan mercury-grade caustic soda yang diproduksi pada pabrik klor-alkali. Penggunaan sel-sel merkuri (mercury cells) untuk memproduksi kaustik soda dapat mengkontaminasi kaustik soda yang dihasilkan dengan merkuri. Ketika kaustik soda yang sama digunakan dalam produksi HCFS, kontaminasi merkuri akan menular pada HCFS.

Hasil penemuan ini dibantah oleh Corn Refiners Association. “Studi ini dilakukan berdasarkan temuan yang sudah lama dan tidak relevan lagi, jadi tidak bisa dijadikan landasan. Lagipula, industri kami telah menggunakan dua reagen yang versi non-merkuri, asam hidroklorat dan kaustik soda, selama beberapa tahun ini”, Audrae Erickson, presiden Corn Refiners Association, memberikan pernyataannya.

Sementara banyak pabrik klorin di seluruh dunia yang beralih ke teknologi baru yang lebih bersih, banyak yang masih mengandalkan sel-sel merkuri. Pada tahun 2005, 90% produksi klorin telah bebas merkuri, namun hanya 40% di Eropa yang bebas merkuri. Pada tahun 2007, Barack Obama yang masih menjadi senator memperkenalkan legislasi untuk menghapuskan teknologi sel merkuri pada tahun 2012.

SUMBER :

Much High Fructose Corn Syrups Contaminated with Mercury, New Study Finds : Brand Name Food Produts Also Discovered to Contain Mercury. Diterbitkan Institute for Agriculture and Trade Policy. 27 Januari 2009. Diakses di www.iatp.org

Studies find mercury in much U.S. corn syrup : Former FDA scientist finds detectable amounts in 9 of 20 samples. 27 Januari 2009. Diakses di www.msnbc.com

No related posts.

Latest Comments
  1. medvedev

    mana enlargmentnya?
    udah bagus kok tapi harus ditingkatin lagi..
    trus jangan ke pangan mulu, ke yang lain juga..

    ani ohev otach…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.